Kenapa pemilik properti kebanyakan tidak mau propertinya disewa oleh bisnis kuliner makanan / restoran?
Memang benar, mencari ruko atau ruang usaha untuk bisnis kuliner seringkali lebih menantang dibanding untuk kantor atau ritel pakaian. Pemilik properti biasanya punya kekhawatiran spesifik yang berhubungan dengan risiko fisik dan operasional.
Berikut adalah alasan utama mengapa pemilik properti cenderung selektif atau bahkan enggan menyewakan tempatnya untuk restoran:
1. Risiko Kerusakan Struktur & Interior
Bisnis kuliner melibatkan aktivitas "berat" yang bisa mengubah kondisi bangunan secara permanen:
• Asap dan Lemak: Uap masak dan residu minyak bisa menempel di dinding, plafon, dan lantai. Jika sistem ventilasi tidak sempurna, bau dan noda lemak ini sangat sulit dihilangkan bahkan setelah penyewa pindah.
• Instalasi Tambahan: Restoran butuh banyak modifikasi seperti memasang exhaust fan, pipa air tambahan, hingga sekat dapur yang seringkali harus membobol tembok atau lantai.
2. Masalah Sanitasi dan Hama
Dapur adalah magnet bagi hama. Jika manajemen kebersihannya kurang baik, properti tersebut berisiko menjadi sarang:
• Kecoa dan Tikus: Sekali hama ini bersarang di plafon atau pipa bangunan, mereka bisa menyebar ke unit di sebelahnya, yang tentu merusak reputasi properti tersebut.
• Limbah Cair: Lemak makanan yang dibuang ke selokan tanpa grease trap (penjebak lemak) yang memadai akan menyumbat saluran air dan menyebabkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar.
3. Risiko Kebakaran yang Tinggi
Penggunaan kompor gas, panggangan, dan instalasi listrik berdaya tinggi untuk chiller meningkatkan profil risiko properti. Hal ini berdampak pada:
• Premi Asuransi: Beberapa perusahaan asuransi mematok premi lebih mahal untuk bangunan yang digunakan sebagai restoran.
• Keamanan Lingkungan: Pemilik khawatir jika terjadi kebakaran, bangunan di sekitarnya juga terdampak, yang bisa memicu tuntutan hukum.
4. Gangguan Lingkungan (Social Friction)
Pemilik properti seringkali harus menghadapi keluhan dari tetangga atau pengelola lingkungan terkait:
• Parkir: Restoran yang ramai bisa menyebabkan kemacetan atau penyerobotan lahan parkir tetangga.
• Kebisingan: Suara musik atau aktivitas dapur di malam hari bisa mengganggu kenyamanan sekitar.
• Aroma: Bau tajam dari masakan (seperti panggangan atau gorengan) tidak selalu disukai oleh penghuni di sekitarnya.
Tips Agar Pemilik Properti Mau Menyewakan Tempatnya:
Jika Anda sedang mencari tempat untuk bisnis kuliner, coba tawarkan solusi ini untuk meyakinkan pemilik:
• Tunjukkan Rencana Renovasi: Jelaskan secara detail bagaimana Anda akan memasang sistem pembuangan asap dan grease trap yang profesional.
• Asuransi Mandiri: Tawarkan untuk menanggung sendiri asuransi kebakaran gedung selama masa sewa.
• Deposit Lebih Besar: Berikan security deposit yang sedikit lebih tinggi untuk menjamin perbaikan kerusakan jika nanti masa sewa berakhir.
Apakah Anda sedang berencana membuka bisnis kuliner dan butuh cari beli atau sewa ruko?
Hubungi:
Ferry Wijaya
Xavier Marks Epicentrum
087775704895 (wa)
Atau Klik https://wa.me/6287775704895

Komentar
Posting Komentar